Selasa, 05 April 2016

Pemberian pupuk pada budidaya jahe gajah

Pemberian pupuk pada budidaya jahe gajah

Tanaman jahe gajah memiliki akar serabut dengan jangkauan panjang akar tidak dapat mencapai kedalaman tanah yang terlalu dalam, dengan kata lain akar serabut dari jahe gajah menjalar kesamping. Sehingga sari makanan hanya dapat dipenuhi dari permukaan tanah saja, karena itu tanaman bibit jahe gajah harus dibantu mensuplai makanan dari pemberian pupuk dari luar.

Jika ingin mendapatkan hasil panen yang optimal, pupuk dapat diberikan saat penanaman bibit jahe gajah. Pupuk yang digunakan pada budidaya jahe gajah dapat berupa pupuk organik dan anorganik. Pupuk organik dapat diperoleh dari kotoran ternak yang sudah diendapkan (matang) , pupuk bokhasi, dan dapat juga menggunakan pupuk organic cair. Untuk pupuk anorganik dapat menggunkan pupuk-pupuk kimia yang sudah banyak diperjual belikan di toko-toko obat pertanian.

Pupuk organik dapat diberikan pada waktu persiapan lahan budidaya jahe gajah, dengan kebutuhan pupuk kandang pada tanaman jahe gajah sekitar 15-25 ton/ha, dilakukan antara 2-4 minggu sebelum proses penanaman dimulai.

Sedangkan untuk pupuk susulan dapat menggunakan pupuk organic dengan varian yang berbeda, jika memang ingin melakukan budidaya jahe gajah dengan sistem murni organik, apabila ingin memadukan organik dan anorganik, pupuk susulan untuk bibit jahe gajah dapat diberi pupuk kimia susulan.


Dengan demikian, pemberian pupuk sangat dianjurkan baik pemilihan pupuk organik maupun anorganik. Namun, perlu diingat pemberian pupuk harus disertai dengan dosis yang tepat sesuai dengan umur jahe gajah yang di tanam. 
Pupuk organik untuk jahe gajah bisa didapatkan dari jenis humus, pupuk kompos, sisa sisa kotoran ternak terutama kambing, kelinci, sapi dan lain sebagainya. Tentunya pupuk tersebut sudah lama, tidak panas sehingga cepat diserap oleh tanaman. Bagi anda yang ingin menanam bibit jahe gajah dapat menghubungi kami di  087838393451 

bibit jahe gajah





Tidak ada komentar:

Posting Komentar