Rabu, 06 April 2016

Membuat pupuk organik cair sendiri untuk pemupukan awal budidaya jahe gajah

Membuat pupuk organik cair sendiri untuk pemupukan awal budidaya jahe gajah

            Pemupukan dalam budidaya jahe gajah,  memang sangat penting untuk diperhatikan. Pemupukan merupakan proses membuat tanah menjadi subur dan layak untuk ditanami bibit jahe gajah dan mampu menunjang pertumbuhannya.
            Fungsi utama dari pupuk adalah menggemburkan tanah, menumbuhkan dan mengembangkan tanaman jahe gajah. Selain sebagai penyedia unsur hara, pemupukan yang dilakukan secara tepat akan menguntungkan jahe gajah, selain sebagai media tumbuh bagi mikroorganisme juga menambahkan oksigen dalam struktur tanah.
            Pupuk organik cair dapat dipilih sebagai salah satu langkah melakukan pemupukan awal budidaya jahe gajah. Pupuk organik cair, terutama yang berasal dari pupuk kompos cair mengandung unsur kalium yang berperan penting dalam setiap proses metabolism tanaman jahe gajah, yaitu dalam sintesis asam amino dan protein dari ion-ion ammonium serta berperan dalam memelihara tekanan turgor dengan baik, sehingga memungkinkan lancarnya proses-proses metabolisme  dan menjamin kesinambungan pemanjangan sel.
            Apabila saat pemupukan telah tiba, selain mengetahui cara budidaya jahe gajah, alangkah baiknya jika para pembudidaya jahe gajah juga dapat membuat pupuk organik cair sendiri. Berikut adalah beberapa cara membuat pupuk organik cair sendiri, yang dapat dipraktekkan sendiri di rumah. Inilah langkah-langkahnya :
a.       Bahan-bahan
·         Sampah organic basah (sisa sayuran/dedaunan), Rajang dan padatkan dalam ½ karung ukuran 25kg
·         Cairan molase ½ lt
·         Air bekas cucian beras (cucian pertama) 1lt
·         Air kelapa tua 1mg
·         Air bersih (bebas kaporit)
b.      Alat-alat
·         Ember ukuran 20lt
·         Karung beras
·         Gayung 1 buah
c.       Cara membuat
·         Sampah organic dimasukkan ke dalam karung dan di padatkan
·         Setelah sampah dimasukkan kemudian diikat atasnya
·         Membuat larutan organik dengan cara mencampurkan semua bahan (kecuali sampah organik dan karung) ke dalam ember
·         Setelah semua bahan tercampur rata, sampah organik yang ada dalam karung ditaruh di ember
·         Agar karung tidak mengapung di dalam ember harus diberi beban
·         Tutup ember dengan rapat dengan penyimpanan selama 7-10 hari (tidak terkena matahari langsung)
·         Setelah fermentasi selesai, ember dibuka

·         Karung yang berisi sampah bisa diangkat dan dijadikan pupuk (fermentasi berhasil ditandai dengan munculnya bercak-bercak putih pada permukaan cairan, warana cairan kuning kecoklatan, memiliki bau dan aroma yang menyengat.

Baca Juga 

persiapan sebelum memulai budidaya jahe Gajah

Syarat Tumbuh Budidaya Tanaman Jahe Gajah

Kriteria Bibit Jahe Gajah yang Baik

Proses penanaman bibit jahe gajah di polybag dan karung




bibit jahe gajah, budidaya jahe gajah, bisnis jahe gajah, jual bibit jahe gajah jogja, jual bibit jahe gajah palembang, jual bibit jahe gajah makasar, jual bibit jahe gajah semarang

Selasa, 05 April 2016

Pemberian pupuk pada budidaya jahe gajah

Pemberian pupuk pada budidaya jahe gajah

Tanaman jahe gajah memiliki akar serabut dengan jangkauan panjang akar tidak dapat mencapai kedalaman tanah yang terlalu dalam, dengan kata lain akar serabut dari jahe gajah menjalar kesamping. Sehingga sari makanan hanya dapat dipenuhi dari permukaan tanah saja, karena itu tanaman bibit jahe gajah harus dibantu mensuplai makanan dari pemberian pupuk dari luar.

Jika ingin mendapatkan hasil panen yang optimal, pupuk dapat diberikan saat penanaman bibit jahe gajah. Pupuk yang digunakan pada budidaya jahe gajah dapat berupa pupuk organik dan anorganik. Pupuk organik dapat diperoleh dari kotoran ternak yang sudah diendapkan (matang) , pupuk bokhasi, dan dapat juga menggunakan pupuk organic cair. Untuk pupuk anorganik dapat menggunkan pupuk-pupuk kimia yang sudah banyak diperjual belikan di toko-toko obat pertanian.

Pupuk organik dapat diberikan pada waktu persiapan lahan budidaya jahe gajah, dengan kebutuhan pupuk kandang pada tanaman jahe gajah sekitar 15-25 ton/ha, dilakukan antara 2-4 minggu sebelum proses penanaman dimulai.

Sedangkan untuk pupuk susulan dapat menggunakan pupuk organic dengan varian yang berbeda, jika memang ingin melakukan budidaya jahe gajah dengan sistem murni organik, apabila ingin memadukan organik dan anorganik, pupuk susulan untuk bibit jahe gajah dapat diberi pupuk kimia susulan.


Dengan demikian, pemberian pupuk sangat dianjurkan baik pemilihan pupuk organik maupun anorganik. Namun, perlu diingat pemberian pupuk harus disertai dengan dosis yang tepat sesuai dengan umur jahe gajah yang di tanam. 
Pupuk organik untuk jahe gajah bisa didapatkan dari jenis humus, pupuk kompos, sisa sisa kotoran ternak terutama kambing, kelinci, sapi dan lain sebagainya. Tentunya pupuk tersebut sudah lama, tidak panas sehingga cepat diserap oleh tanaman. Bagi anda yang ingin menanam bibit jahe gajah dapat menghubungi kami di  087838393451 

bibit jahe gajah





Proses penanaman bibit jahe gajah di polybag dan karung

Proses penanaman bibit jahe gajah di polybag dan karung


Prinsip penanaman bibit jahe gajah di polybag dan di karung sebernarnya sama. Kedua nya sama-sama tidak memerlukan lahan yang luas. Kedua nya sama-sama dapat diletakkan dihalaman depan rumah atau memanfaatkan lahan kosong di sela-sela pekarangan belakang rumah. Modal dan perawatan pun lebih hemat. Berikut adalah beberapa panduan proses penanaman bibit jahe gajah :
a.       Siapkan polybag ukuran diameter 60cm atau karung bekas
b.      Masukan tanah, pupuk kandang dan serbuk gergaji kedalam polybag/karung
c.       Tanam bibit jahe gajah
d.      Siram secukupnya
e.       Jangan langsung ditaruh ditempat terbuka, karena bibit jahe gajah yang masih tahap awal penanaman tidak tahan dengan sengatan sinar matahari langsung sampai usia 2 bulan.
f.       Setelah usia bibit jahe gajah 2 bulan, dapat diletakkan ditempat terbuka, agar mendapatkan sinar matahari yang cukup dan tetap disiram air secukupnya (2hari sekali).
g.      Lakukan pemupukan rutin setiap 2 bulan sekali.


bibit jahe gajah

Selasa, 29 Maret 2016

persiapan sebelum memulai budidaya jahe Gajah

persiapan sebelum memulai budidaya jahe Gajah

Jahe gajah sudah banyak dikenal dan dikonsumsi masyarakat indonesia. Bagi anda yang tertarik untuk mencoba budidaya jahe gajah perlu memperhatikan kondisi iklim yang cocok untuk pembudidayaan. Jahe  gajah sangat cocok ditanam pada iklim yang mempunyai curah hujan tinggi kisaran antara 2500-4000 mm/tahun. Setelah umur 2,5-7 bulan tanaman jahe gajah juga membutuhkan paparan sinar matahari yang cukup, sehigga lebih baik tanaman jahe gajah diletakkan pada tempat yang terkena paparan sinar matahari sepanjang hari. Pengaturan suhu pun harus diperhatikan suhu optimum yang dibutuhkan tanaman jahe gajah adalah antara 20-35 derajat celcius. Sehingga jahe gajah dapat berkembang optimal.

Pemilihan Media Tanam jahe gajah

Pemilihan media tanam, jahe gajah tumbuh baik di daerah tropis dan subtropis dengan ketinggian 0 sampai 2000 m dpl di indonesia yang mempunyai daaerah tropis tanaman jahe gajah biasanya ditanam di ketinggian 200 smpai 600 m dpl. Sebelum memilih media tanam pastikan anda mempunyai bibit yang unggul dan mempunyai kualitas bagus yang diambil dari perkebunan atau dari pembibitan yang sudah ada sehingga nanti dapat dihasilkan tanaman jahe gajah dengan varietas tanaman yang tumbuh tinggi dengan hasil terbaik.

Untuk media tanam budidaya jahe gajah bisa menggunakan dua media, bisa menggunakan media lahan dan bagi anda yang tidak memiliki lahan cukup luas untuk bertanam jahe gajah tidak usah khawatir karena media polybag pun bisa digunakan sebagai solusi permasalahan lahan. Jika anda mempunyai cukup lahan kosong maka bibit jahe gajah bisa ditanam pada kondisi tanah yang subur , gembur dan banyak mengandung bahan organik seperti tanah latosol berwarna merah kecoklatan atau andosol.

Sementara itu tekstur tanah yang baik bagi pertumbuhan jahe gajah adalah tanah-tanah bertekstur lempung, lempung liat berpasir, lempung berdebu serta lempung berliat. Derajat keasaman tanah yang dibutuhkan minimal 4,5 sedangkan untuk idealnya dibutuhkan PH 6,8-7,4 yang juga perlu diperhatikan adalah kmiringan tanah usahakan jahe gajah ditanam pada lahan dengan kemiringan kurang dari 3%.

Sedangkan bagi anda yang tidak memiliki lahan atau hanya memiliki lahan sempit, tidak usah risau karena jahe gajah juga dapat di tanam melalui media polybag yang tidak memerlukan banyak tempat tentunya. Sebelum memulai bertanam jahe merah siapkan polybag sesuai kebutuhan setara dengan jumlah rimpang yang dimiliki.

Budidaya Jahe Gajah dalam Polybag


Tanaman jahe gajah yang ditanam dalam polybag memerlukan perawatan rutin yaitu harus di sirami terus menerus setiap hari pada pagi dan sore hal ini untuk menyiasati agar tanaman jahe gajah tidak kekurangan air apabila ditanam sebelum musim penghujan dan juga agar tanah didalam polybag tetap gembur tidak kering sehingga tanaman jahe gajah didalam polybag tidak mati. Seain disirami tanaman juga harus diberi pupuk, paling baik pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang seperti kotoran sapi atau kambing atau juga bisa menggunakan pupuk jadi yang terbuat dari bahan organik seperti pupuk Super Nasa. Terimakasih atas kunjungannya, semoga anda sukses dalam budidaya jahe gajah.


jahe gajah



Senin, 28 Maret 2016

Manfaatkan lahan kosong dengan bertanam jahe gajah

Manfaatkan lahan kosong dengan bertanam jahe gajah

Jahe gajah adalah salah satu tanaman obat herbal yang memiliki banyak manfaat khasiat untuk kesehatan. Jahe gajah adalah satu tanaman yang bernilai ekonomis mengingat harganya yang lumayan tinggi dan stabil. Permintaan pasar terhadap jahe gajah juga masih cukup tinggi, baik dari dalam negeri dan mancanegara.
Jahe gajah perlahan tapi pasti mulai banyak dibudidayakan masyarakat. Bukan saja untuk kepentingan ekonomis semata, tetapi juga untuk tanaman TOGA (tanaman obat keluarga) yang bisa saja dimanfaatkan untuk konsumsi, obat obatan dan kesehatan.  jahe gajah jelas memiliki prospek cerah mengingat daya serap pasar yang masih besar.

Manfaatkan lahan kosong dengan bertanam jahe gajah


Itulah sebabnya, menanam jahe gajah tidak ada ruginya. Apalagi untuk anda yang memiliki lahan kosong atau nganggur. Daripada lahan tidak produktif alias tidak menghasilkan apa apa, kecuali rimbunan rumput, menanam jahe merah tentu bisa menjadi pilihan. Dengan menanam di lahan  kosong anda sudah melakukan satu langkah gerakan penanaman hijau untuk penyelamatan lingkungan dari pemanasan global sekaligus penghijauan yang bernilai ekonomis.
Menanam di Polybag
Namun, tentu diantara kita tidak semua memiliki lahan luas. Untuk anda yang memiliki lahan terbatas, menanam jahe merah di polybag bisa menjadi solusinya. Menanam jahe merah di polybag cukup mudah. Tinggal menyiapkan bibit jahe gajah plastik polybag dan pupuk. Anda sudah bisa bertani atau bertanam jahe merah. Mudah bukan?
Namun, tentu saja setiap apapun ada ilmunya. Begitu pula dalam hal menanam jahe gajah. Anda juga perlu belajar ke ahlinya. Itulah sebabnya, untuk anda yang berminat menanam jahe gajah, kami siap membantu anda dengan menyediakan bibit jahe gajah sekaligus bimbingan pelatihan. Terkait pelatihan budidaya jahe gajah, kami siap bekerjasama dengan perusahaan swasta dan nasional dalam program CSR (corporate social responsibility)- nya. Pelatihan jahe gajah dan jahe  merah bisa menjadi salah satu program pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan taraf ekonominya.

Anda berminat? Silahkan menghubungi kami di hp/WA 087838393451. Kami menyediakan bibit jahe gajah dan jahe merah kualitas super, sudah satu tahan, dan siap semai dan siap tanam. Kami siap kirim kirim ke seluruh indonesia. Salam agro, salam kejayaan untuk petani pembudidaya jahe gajah dan jahe merah.

Minggu, 27 Maret 2016

Syarat Tumbuh Budidaya Tanaman Jahe Gajah

Syarat Tumbuh Budidaya Tanaman Jahe Gajah

Jahe gajah adalah salah satu tanaman berjenis rimpang yang bernilai ekonomis. Budidaya jahe gajah dilakukan masyarakat mengingat pangsa pasarnya yang luas. Tanaman atau budidaya jahe gajah tentu saja banyak dipengaruhi lingkungan sekitarnya. Menanam jahe gajah pada dasarnya mudah, tidak serumit yang dibayangkan. Namun tentu saja tidak asal tanam juga.
Secara iklim, Budidaya jahe gajah cocok dikembangkan di Indonesia dengan iklim tropis. Musim penghujan adalah saat yang tepat untuk memulai budidaya jahe gajah. Bulan Desember sampai Mei biasanya hujan melimpah. Nah, di saat inilah kesempatan yang sangat tepat untuk menanam jahe gajah. Carilah bibit yang bagus atau sudah tua dan tidak busuk rimpang.
Budidaya jahe gajah cocok ditanam dengan sistem monokultur atau seragam. Apa pasal? Bila ditanam dalam model tumpang sari, produksi jahe gajah tidak sebagus sistem monokultur. Jawabannya tentu saja jelas. Sistem monokultur memungkinkan jahe gajah berkembang dengan maksimal tanpa terkena “ayom” yang menyebabkan supplai matahari dan mineral dalam tanah berkurang.
Itulah sebabnya, bila anda menanam jahe gajah di area yang sekitarnya terdapat pohon jati yang besar jelas menyebabkan pertumbuhan tanaman jahe gajah anda berkurang. Ini disebabkan proses fotosintesa dalam jahe gajah terhambat. Karena jahe gajah membutuhkan supplai matahari yang maksimal.
Syarat tumbuh budidaya jahe gajah selain itu adalah lahan atau media yang tepat. Media yang dimaksud bisa tanah polybag atau karung. Usahakan medianya mengandung unsur NPK (nitrogen pospor kalium) yang biasanya terdapat pada pupuk kandang, urine kelinci, sapi, kambing, humus, atau sisa sisa pembakaran daun. Atau dengan kata lain subur.
Disamping itu, kualitas bibit jahe gajah juga turut mempengaruhi. Bibit yang sudah tua atau satu tahun keatas adalah standar yang harus dipenuhi bila kelak ingin panen sukses. Setelah bibit ditanam, pemupukan dan pengairan menjadi utama. Anda bebas menggunakan pupuk apa saja. Bisa organik dan kimia. Namun, tentu saja masing masing ada kelebihan dan kekurangannya. Hanya saja kalau ingin biaya murah dan bahkan kadang kadang gratis manfaatkanlah pupuk kandang di sekitar kita.  Semoga anda sukses dalam budidaya jahe gajah.
budidaya jahe gajah

Jumat, 25 Maret 2016

Kriteria Bibit Jahe Gajah yang Baik


Kriteria Bibit Jahe Gajah yang Baik
Seperti diketahui bersama, menanam jahe gajah tidak boleh asal tanam begitu saja. Bisa bisa yang didapatkan bukan panen yang melimpah, malah sebaliknya, yakni rugi bertubi tubi. Itulah sebabnya, butuh prasyarat yang mesti dikuasai dan dimiliki oleh setiap pembudidaya jahe gajah supaya kelak sukses di waktu panen yang ditunggu tunggu.
Salah satu prasyarat utama untuk mendukung kesuksesan budidaya jahe gajah adalah standar bibit jahe gajah yang baik, unggul, super dan berkualitas. Bibit jahe gajah yang unggul tentu saja memiliki umur yang lebih tua. Setidaknya satu tahun ke atas, sebagaimana dalam budidaya jahe merah. Usia bibit sangat mempengaruhi kesuksesan penanaman jahe gajah.
Bibit jahe gajah yang baik tentu saja bebas hama. Tidak terkena serangan busuk rimpang oleh bakteri atau jamur. Itulah sebabnya, di waktu anda menyemai jahe gajah, sebaiknya hati hati. Pisahkan bibit jahe yang terkena penyakit busuk rimpang dengan yang tidak. Sebab, bila dicampur begitu saja, akibatnya akan menular ke jahe yang lain.
Supaya bebas dari hama, ada baiknya pula anda menggunakan larutan fungisida. Tujuannya supaya jahe gajah tidak diserang virus. Larutan fungisida terbukti mampu mencegah terjadinya jamur yang biasa muncul pada bibit jahe gajah. Serangan jamur biasanya menimpa jahe gajah yang sehabis di panen dan ditumpuk dalam karung goni dan lain lain. Ketika ditumpuk secara berhari hari, tanpa diangin anginkan, berpotensi besar memunculkan penyakit jamur dan mengakibatkan busuk rimpang di jahe gajah.
Kedua bibit jahe gajah yang baik bebas penyakit. Termasuk disini penyakit uret daun. Itulah sebabnya, ada baiknya anda menggunakan obat reagent di tanah sekitar bibit tanaman jahe gajah supaya tumbuh dengan baik.
Permasalahan permasalahan tersebut diatas sebenarnya bisa diatasi bila dimulai dari bibit jahe gajah yang benar benar tua, lingkungan yang bebas penyakit atau jamur, atau uret, dan kesabaran dalam pengelolan tanaman jahe gajah. Terus belajar dan mencari solusi di setiap masalah sehingga anda pun akan sukses dalam budidaya jahe gajah.


budidaya jahe gajah